Firli Bahuri: Semangat Santri Diperlukan dalam Perang Badar Melawan Korupsi

  • Whatsapp
Ketua KPK Firli Bahuri/Net
banner 468x60

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan, semangat fisabilillah dan roh santri diperlukan dalam perang badar melawan korupsi. Pernyataan ini disampaikan Firli memperingati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Firli menilai tema besar peringatan Hari Santri Nasional 2021, yakni “Santri Siaga Jiwa dan Raga” sangat tepat untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa, betapa pentingnya menyiagakan selalu jiwa raga seperti lazimnya seorang santri, dalam menjalani hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. Dikatakan, sosok sederhana, santun, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, moral, etika dan kejujuran yang kental pada diri seorang santri, sangat diharapkan ada dalam diri setiap elemen dan eksponen bangsa guna menghadapi, melewati sekaligus menyelesaikan ragam persoalan besar bangsa. Salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah berurat akar di NKRI.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Saya tekankan, negeri ini membutuhkan anak-anak bangsa yang memiliki jiwa, raga, semangat fisabilillah dan roh seorang santri dalam perang badar melawan korupsi dan perilaku koruptif di negeri ini,” kata Firli dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Dikatakan, Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 lalu merupakan bentuk penghargaan, penghormatan dan pengakuan segenap bangsa dan negara atas peran serta aktif luar biasa para santri seluruh Indonesia yang dipimpin KH. Hasyim As’ari setengah abad lalu tepatnya 22 Oktober 1945. Saat itu, KH Hasyim Asy’ari memimpin perumusan fatwa ‘Resolusi Jihad’ di kalangan kiai pesantren. Resolusi itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan kolonial yang masih ada di Indonesia.

“Setelah kemerdekaan dapat direngkuh, peran serta santri sebagai motor pergerakan dan kemajuan bangsa tetap dibutuhkan untuk menjaga serta mengakselerasi tercapainya cita-cita dan tujuan didirikannya republik ini,” katanya.

Firli mengungkapkan, bangsa Indonesia pernah mengalami masa sulit di masa kolonial dan menghadapi imperialis. Dikatakan, yang tak kalah jahat dari kolonialisme itu sendiri adalah penanaman sistematis perilaku koruptif yang membudaya dan menjadi norma di nusantara, dan hingga kini masih dicontoh.

“Bagaimana kesetiaan terhadap tuan-tuan tanah dan penguasa-penguasa harus dibuktikan dari pemberian hadiah dan pembagian hasil yang tak adil. Sistem tersebut tentu memiskinkan rakyat, hanya sekelompok orang yang berkomplot dengan kolonial dan imperator yang hidup layak. Perilaku kolonial dan imperator tak berbeda dengan komplotan koruptor yang rakus dan mencuri hak rakyat, sehingga tak peduli pada kehidupan orang lain,” tegasnya.

Dikatakan, perilaku koruptif yang telah lama menjajah Indonesia bukan hanya akan merugikan perekonomian atau keuangan negara semata, dampak destruktif kejahatan kemanusiaan ini dapat merusak hingga meluluhlantakkan setiap sendi tatanan kehidupan bangsa dan negara.

“Islam dan semua agama serta aliran kepercayaan apapun di republik ini tentunya tidak membenarkan korupsi, apalagi mengajarkan perilaku koruptif kepada umatnya. Yang pasti, kejahatan kemanusiaan ini bukan hanya harus di hindari, namun wajib diperangi,” katanya.

Untuk itu, bercermin pada tekad bulat, semangat kuat pantang menyerah dalam jihad fisabilillah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah di masa lalu, Hari Santri Nasional di masa kini sepatutnya menjadi momentum membangkitkan sekaligus menyempurnakan kepribadian, jiwa raga dan roh serta kepribadian seorang santri dalam diri segenap bangsa Indonesia untuk menumpas habis warisan budaya koruptif ala kolonialisme dan imprerialisme di Indonesia.

“Tidak berlebihan jika saya katakan santri merupakan role model atau teladan nyata yang baik bagi kita semua khususnya generasi penerus masa depan bangsa, dalam menjaga, mengawal dan menentukan arah langkah serta tujuan negara, yang tak lain mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara yang cerdas bagi segenap bangsa, rakyat dan diseluruh tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke mulai Miangas hingga Pulau Rote,” katanya.

“Selamat memperingati dan merayakan Hari Santri Nasional 2021. Dengan semangat antikorupsi, semoga roh, semangat perjuangan para ulama dan santri pendahulu kita untuk merebut kemerdekaan di masa lalu, senantiasa tumbuh dan berkembang dalam setiap jiwa, raga, hati dan pikiran segenap rakyat Indonesia,” ungkapnya. (rls/bst/rci)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *